Candi Borobudur, Salah Satu Keajaiban Dunia Yang Harus Dikunjungi

Sudahkah Sobat Wisata mengunjungi salah satu candi terbesar di Indonesia bahkan di dunia ini? Candi Borobudur yang sangat terkenal bahkan sampai ke mancanegara dan termasuk kedalam salah satu dari 7 Keajaiban Dunia ini secara administratif berada di Provinsi Jawa Tengah tepatnya di Magelang, Jawa Tengah. Akan tetapi keterkaitan Candi Borobudur dengan Yogyakarta sangatlah erat khususnya di bidang pariwisata. Dengan jarak tempuh dari Kota Yogyakarta yang hanya sekitar 40 km membuat Candi Borobudur biasanya menjadi satu paket wisata dengan paket wisata Jogja. Dari Kota Yogyakarta dengan menggunakan kendaraan mobil atau motor bisa ditempuh hanya sekitar 1 jam perjalanan saja.

Menurut sejarah Candi Borobudur diperkirakan dibangun pada jaman dinasti Wangsa Syailendra sekitar tahun 750-800 Masehi oleh para penganut ajaran Buddha Mahayana saat itu. Asal nama Borobudur sendiri yaitu dari kata bara dan budur. Bara mempunyai arti tempat biara Buddha, sedangkan Budur mempunyai arti di atas. Dalam arti tersebut Borobudur merupakan tempat biara Buddha yang berada di atas. Candi Borobudur berada di atas bukit dan dibangun sebagai tempat biara Buddha yang sangat megah dan luar biasa. Pembangunan candi terbesar di atas bukit ini diperkirakan memakan waktu sekitar 75 sampai 100 tahun lamanya. Para ahli memperkirakan bahwa Candi Borobudur baru benar-benar selesai pembangunannya pada masa pemerintahan Raja Samaratungga sekitar tahun 825 Masehi.

Pada mulanya Candi Borobudur dirancang hanya berupa bangunan dengan satu stupa yang sangat besar untuk puncaknya. Akan tetapi karena dipertimbangkan bahwa stupa besar tersebut akan beresiko berbahaya apabila diletakkan di puncak, maka kemudian stupa tersebut diganti dengan tiga baris stupa dengan ukuran yang lebih kecil dan satu stupa utama seperti yang bisa kita lihat sekarang. Bangunan Candi Borobudur terdiri dari 10 tingkat punden berundak yang membuat candi ini terlihat sangat megah. Filosofi dari 10 tingkat tersebut menurut ajaran Buddha melambangkan tahapan dan proses hidup manusia menuju kesempurnaan hidup. Kemudian enam teras yang berbentuk bujur sangkar dan masing-masing mempunyai pelataran melingkar semakin menambah megahnya Candi Borobudur ini. Di dinding candi juga dipenuhi dengan hiasan sekitar 2.672 relief yang menceritakan perjalanan hidup Sang Buddha serta terdapat 504 arca Buddha. Di paling atas sebagai mahkota candi adalah stupa utama dalam ukuran besar yang terletak di tengah. Stupa mahkota tersebut dikelilingi oleh tiga barisan dari 72 stupa yang berlubang dan masing-masing mempunyai arca Buddha yang sedang duduk bersila di tengah-tengah bunga teratai.

Selama berabad-abad kemudian setelah pembangunan Candi Borobudur selesai, candi tersebut sempat hilang dan terlantar tidak terurus. Candi Borobudur terkubur dalam lapisan tanah dan muntahan vulkanik dari letusan gunung berapi yang diperkirakan adalah letusan Gunung Merapi. Kemudian tanah tersebut ditumbuhi pepohonan rimbun dan semak belukar sehingga membentuk sebuah bukit yang sebenarnya adalah kuburan dari sebuah candi terbesar. Diperkirakan Candi Borobudur ditinggalkan dan terlantar tidak terawat setelah ibu kota kerajaan Medang dipindahkan ke Jawa Timur pada masa pemerintahan Mpu Sindok sekitar tahun 928 sampai 1006 Masehi karena terjadinya bencana letusan gunung berapi yang kemudian mengubur badan candi. Candi Borobudur ditemukan kembali pada tahun 1814 Masehi oleh pemerintahan Inggris yang berada di Pulau Jawa. Pimpinan pemerintahan Inggris saat itu yaitu Thomas Stamford Raffles memang sangat tertarik dengan sejarah dan budaya yang ada di Pulau Jawa. Raffles dinyatakan sangat berjasa atas penemuan kembali candi megah ini. Tahun 1882 Masehi, bangunan Candi Borobudur disarankan untuk dibongkar untuk menyelamatkan relief dan artefak karena marak terjadinya pencurian saat itu.

Sekitar tahun 1900 Masehi pada saat pemerintahan Hindia Belanda mulai diambil langkah untuk menjaga kelestarian Candi Borobudur dengan melakukan proses pemugaran agar bangunan tetap terjaga dan terawat dengan baik dengan tidak menghilangkan nilai budaya dan sejarahnya. Proses pemugaran tersebut dilakukan pada kurun waktu 1907 sampai dengan 1911 Masehi. Pada akhir tahun 1960an, Pemerintah Indonesia mencoba untuk menjalin kerjasama dengan luar negeri dalam skala internasional untuk membantu pemugaran lanjut dari Candi Borobudur. Selanjutnya pada tahun 1975 sampai dengan 1982 Pemerintah Indonesia bersama Badan PBB UNESCO memugar dan merenovasi kembali Candi Borobudur. UNESCO kemudian menetapkan Candi Borobudur sebagai salah satu situs yang termasuk dalam Situs Warisan Dunia (World Heritage) pada tahun 1991.

Dengan sebegitu menariknya sejarah dan cerita tentang destinasi wisata paling terkenal yaitu Candi Borobudur, masihkah Sobat Wisata ragu-ragu untuk mengunjunginya? Jangan khawatir, sewa mobil Jogja pasti menjadi pilihan yang tepat untuk Sobat Wisata saat berkunjung ke Jogja dan Joni Independent Tour akan mengantarkan menuju ke Candi Borobudur dengan pelayanan yang terbaik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *